Selasa, 11 Desember 2012

NIK (Nomor Induk Kepabeanan)



Kali ini saya akan bercerita mengenai salah satu pekerjaan di kantor.  Setelah salah seoran karyawan senior pensiun, saya kebagian tugas untuk menghandle pekerjaannya. Salah satu tugasnya adalah mengurus kelengkapan perijinan perusahaan.  Beberapa perijinan yang agak njlimet telah diserahkan kepada biro jasa. Seperti pengurusan APIU (Angka Pengenal Importir Umum). Saya hanya kebagian mempersiapkan berkas-berkas saja.  Sedang yang lain beberapa saya kerjakan sendiri.
Salah satu yang harus dikerjakan sendiri adalah mengurus NIK (Nomor Induk Kepabeanan).  NIK ini dibutuhkan oleh setiap perusahaan yang akan melaksanakan kegiatan ekspor dan impor.  Angka ini diperlukan untuk mengakses sistem online di bea cukai. Tanpa NIK ini, perusahaan tidak dapat ekspor.  Bisa ekspor kalau meminjam NIK milik perusahaan lain.
Nah, tahunya kita butuh NIK adalah saat perusaan tempat saya bekerja mau melaksanakan ekspor.  Saat itu saya masih belum diserahi menghandle perijinan.   Saat mau ekspor, ada informasi dari EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) bahwa kita tidak bisa ekspor karena tidak punya NIK.  Saat itu karena kondisi sudah mendesak, maka harus pinjam NIK perusahaan lain. Tentu saja harus bayar biaya (Fee under name).  Besarnya lumayan, sekitar 700 ribu.
Nah, bos menugaskan saya untuk mengurus NIK ini. Karena tidak ada arahan dari pejabat senior yang pensiun tadi, maka saya harus bertanya-tanya kiri kanan. Informasi pertama dapat dari EMKL. Dapat info kalau registrasi dilaksanakan di internet, gratis.  Waktu tanya-tanya di biro jasa, sempat ditakut-takuti kalau itu harus bayar.  Istilahnya harus ngasih uang pelicin.  Sempat juga cross check ke Bea Cukai Perak via telepon.  Petunjuknya melegakan. Disuruh ikuti alur di internet saja.
Akhirnya saya membuka situs bea cukai di http://beacukai.go.id/.  Disitu ada beberapa menu yang harus kita pilih, yaitu : Portal Pengguna Jasa, Registrasi  Kepabeanan, Pendaftaran PPJK dan lain-lain. Untuk mendaftar NIK saya harus mendapatkan user ID dulu. Adapun urutannya adalah sebagai berikut :
1.       Mendaftar User ID.
Caranya adalah dengan klik Portal Pengguna Jasa. Disitu ada kolom isian user ID dan password. Karena masih baru maka saya klik “Pendaftaran User Baru”.  Disitu kita dihadapkan formulir pendaftaran yang harus kita isi.
Nah, waktu saya selesai mengisi, ternyata NPWP perusahaan saya telah dipakai mendaftar oleh orang lain. Rupanya pendahulu saya telah mencoba mendaftarkan NIK, tetapi belum tuntas.  Akhirnya saya harus mencari pendahulu saya itu untuk mendapatkan user ID. 
Setelah mendapatkan User ID-nya, maka kita bisa langsung ke Registrasi Kepabeanan.
2.       Registrasi Kepabeanan.
Setelah mendapat user ID, saya bisa masuk (sign in). Setelah itu kita dihadapkan pada menu –menu. Kita klik saja “Registrasi Kepabeanan”.  Maka muncullah beberapa formulir yang harus kita isi. Disitu juga ada panduannya untuk mengisi secara lengkap.  Kita tinggal mengikutinya saja.
3.       Mengisi formulir. Setelah formulir diisi lengkap, maka kita kirimkan dengan klik “Kirim Data”. Lalu kita tunggu responnya. Respon akan masuk di “Kotak Masuk” akun kita. Maka kita harus rajin mengecek kotak masuk, karena setiap permintaan dari beacukai, dibatasi waktu untuk memenuhinya.
4.       Mengirim berkas.
Salah satu persyaratan yang diminta untuk kelengkapan pendaftaran adalah berkas-berkas perusahaan.  Berkas yang diminta dikirimkan via email.  Tentu dengan lebih dahulu discan.
5.       Menunggu hasil.
Setelah semua berkas dikirimkan, maka kita tinggal menunggu hasilnya. Ditolak atau diterima.
Kalo ditolak, biasanya karena kurangnya persyaratan yang diminta. Pertama kali saya mengurus ditolak.  Penolakan disertai alasannya, dan langkah yang harus saya ambil.  Akhirnya setelah pengurusan yang kedua, permohonan diterima. Dan perusahaan saya mendapatkan NIK. 

Untuk kali ini saya sangat menghargai bea cukai.  Saya acungkan 4 jempol untuk mereka. Institusi yang sangat lekat dengan kesan uang pelicin, ternyata bisa menggratiskan.  Semua tanpa biaya sama sekali.  Salut untuk bea cukai. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar