Langsung ke konten utama

BAYAR PAJAK 5 TAHUNAN KIRANA

      Setelah pengalaman bayar pajak dan balik nama di Samsat Gresik, saya akan ceritakan pengalaman bayar pajak 5 tahunan di Samsat Blitar. Saat bayar pajak 5 tahunan untuk Motor Honda Kirana. Saya beli 10 tahun lalu atas nama kakak. Menggunakan fasilitas kredit Guru.
     Karena pajak 5 tahunan, ganti plat dan STNK, maka motor harus dibawa. Walau sudah berumur 10 tahun, Kirana masih sehat. Masih cukup kuat untuk perjalanan Sidoarjo-Blitar. Bahkan walau dulunya sering dipake Sidoarjo-Magetan, Sidoarjo-Trenggalek.
     Tgl. 15 Juli jam 6 pagi berangkat dari rumah. Jalannya ramai sekali. Bersamaan dengan hari pertama masuk sekolah. Setelah libur panjang. Sengaja lewat jalan alternatif. Ternyata malah kesasar. Perjalanan molor 1 jam.
     Jam 09.30 sampai di Blitar kota. Ambil BPKB dan KTP milik kakak. Terus meluncur ke Wlingi. Sampai Samsat Wlingi jam 10.00. Masuk parkiran langsung disambut panitia penyambutan, yaitu para makelar. Ini tidak ada di Samsat Gresik. Parkir motor langsung di samperin sama seorang calo. Ditanya, pajak tahunan atau 5 tahunan. Terus kasih map. Terus minta BPKB dan KTP, dibawa langsung difoto copy. Untuk jasa fotocopy dan map, saya harus bayar 8 ribu. Mahal amat.  Di Gresik cuma bayar 3 ribu.
     Dari parkiran, ditunjukkan arah loket. Motor dibawa mendekat sekalian. Masukkan map ke loket, tunggu panggilan. Sekitar 15 menit menunggu sambil berdiri. Di Samsat Gresik di sediakan tempat duduk, walau kadang tidak mencukupi. Lalu dipanggil. Map dikasihkan, di dalamnya sudah ada formulir untuk gesek.
     Bergeser ke tempat gesek nomor rangka dan nomor mesin. Di tempat ini saya dan para pembayar pajak lain harus bongkar motor sendiri. Untung di dalam jok masih tersedia obeng dan kunci lengkap bawaan dari pabrik. Malahan obeng dan kunci milik saya sempat beredar dipinjam sesama pembayar pajak. Di Samsat Gresik, petugas gesek bawa obeng dan kunci pas untuk buka dek motor.
    Selesai gesek, langsung diusir oleh petugas parkir (pakai seragam) agar segera memindahkan motor ke tempat parkir lagi. Pindahkan motor. Lalu isi formulir. Masukkan map lagi. Map masukkan ke loket. Tunggu lagi dengan berdiri.
    Saat antri, ada kejadian. Seorang pria berdebat dengan petugas. Karena dia mengurus pajak motor milik ayahnya.  Kata petugas harus menyertakan Surat Kuasa yang disyahkan Kepala Desa. Walau didebat, petugas tetap tidak meloloskan. Si pria tadi terpaksa kembali dengan ngomel-ngomel. Tak berapa lama, dia datang lagi dengan membawa seorang pria yang sudah sepuh dan nampak kurang sehat. Terpaksa, katanya. Karena hari ini tanggal terakhir dan waktu ke kelurahan, sang Kades sedang tidak ada. Dengan jengkel, si pria menunjukkan kepada petugas kehadiran bapaknya.
     Saat itu, saya cukup kuatir. Karena tidak membawa surat kuasa. Waktu di panggil dan ditanyai, saya bohong dan jawab milik sendiri. Oh...ternyata lolos.
     Dari loket pengesahan uji fisik, langsung menuju loket formulir. Letaknya di gedung utama, terpisah dari loket uji fisik. Masukkan map di loket formulir. Tunggu lagi. Kali ini lokasinya di dalam gedung ber AC dan ada tempat duduk untuk pengantri.
     Ternyata perjalanan saya harus berakhir disini. Oleh petugas loket saya ditanyai Surat Kuasa Bermaterai dan Disyahkan kepala desa. Hadeehh.... Mau bayar pajak aja susahnya minta ampun. Di Samsat Gresik, Surat Kuasa bermaterai saja. Tidak perlu disyahkan Kades. Di Samsat Magetan, malahan tidak diminta surat kuasa. Asalkan ada KTP, sudah cukup. Itu pengalaman sendiri juga waktu membayar pajak 5 tahunan Honda Beat, yang atas nama adik ipar.
     Mentok di loket formulir, saya menuju parkiran lagi. Kali ini saya merasakan membutuhkan jasa makelar. Menjumpai seorang makelar. Jelaskan permasalahannya. Ternyata dia tidak bisa. Alasannya, karena sudah pernah masuk di loket formulir. Sudah distempel tanggal. Sudah tidak bisa diproses. Bisanya diproses keesokan harinya. Wah.... masalah buat saya.
   
 Stempel Tanggal pada STNK jadi alasan makelar tidak bisa jalankan.


 Makelar satu pergi. Saya masih termenung di parkiran. Datang lagi makelar lainnya. Ternyata juga tidak bisa.
     Akhirnya, saya pulang dengan tangan hampa. Untungnya sudah lolos di cek fisik. Sehingga motor tidak perlu dibawa lagi ke Samsat.
     Berkas pengesahan cek fisik saya tinggalkan di rumah kakak. Saya pulang. Sempat mempertimbangkan untuk bawa STNK fotocopian saja. Untungnya tidak jadi. Tetap bawa STNK asli. Di Pare, ternyata ada operasi Lalin. Sekali lagi untung. Kalo tadi bawa STNK copian, bisa-bisa runyam.
     Berangkat jam 1 dari Blitar. Istirahat 2 kali masing-masing 30 menit untuk sholat. Juga mengambil nafas, karena panas matahari membuat saya yang sedang puasa kelelahan. Sampai di Sidoarjo pukul 16.30. Jadi perjalanan bersihnya 2.5 jam. Cukup normal. Waktu itu juga yang saya capai saat menggunakan Kirana sewaktu masih baru.
     Keesokan harinya STNK asli langsung saya kirimkan dengan POS Express. Ongkosnya 16 ribu. Di resi-nya tertera isi STNK asli dengan uang pertanggungan 2 juta rupiah. Akhirnya kakak saya jalankan sendiri proses ganti STNK tersebut.
   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NOMOR RANGKA KEROPOS

     Pengalaman ini saya alami ketika pegang Suzuki Carry. Ketika akan ganti STNK, dilakukan cek fisik. Saat dicek, ternyata nomor rangka yang berada di bawah jok tidak kelihatan karena keropos. Diperiksa dengan lebih teliti oleh petugas gesek dan atasannya. Masih nampak bahwa nomor orisinil.      Akhirnya oleh petugas diberikan surat pengantar untuk mengurus nomor rangka baru.  Surat Pengantar ditujukan ke Polda Jatim. Berbekal surat itu, saya ke Polda Jatim. Mobil dibawa. Di Polda, kebetulan ada keponakan yang dinas disana. Dengan bantuannya, Carry di cek fisik. kemudian hasil cek fisik dibawa ke bagian adiministrasi. Lalu keluar surat pengantar ke dealer Suzuki. Biaya 100 ribu.      Surat Pengantar dibawa ke UMC di jalan A.Yani, satu deret dengan Polda. Di UMC surat diterima. Lalu dikasih tanda terima. Tiga hari kemudian disuruh ambil. Keluar, berupa lempengan logam bertuliskan nomor rangka mobil. Disertai surat kete...

PINDAH GIGI PERSNELENG GROOOKKK....GANTI SYNCROMESHNYA.

Salah satu keluhan yang sering saya dengar dari para Flocker adalah masalah di gigi transmisi. Disini saya mendapat beberapa kosa kata. Beberapa bilang persneleng suka nglepeh. Nglepeh = gigi masuk, di gas jalan kalo gas dilepas gigi pindah sendiri ke netral. Keluhan yang lain adalah gigi susah masuk dan kalau masuk menimbulkan suara grroookkk...... Keluhan ini juga saya alami. Saat mobil berhenti, masuk ke gigi 1 lancar. Tapi kalau posisi mobil sedang jalan, susah. Misalnya saat kita jalan, kemudian memperlambat laju mobil. Kemudian saat mobil masih berjalan pelan, gigi kita pindah dari posisi 2 ke 1, akan susah. Kalaupun dipaksa maka akan timbul suara grookkk..... Untuk memindahkan gigi dari 2 ke satu, kondisi mobil harus berhenti. Kondisi ini akan menyulitkan kita, terutama saat kondisi jalan macet-macetan. Dan terutama saat kondisi jalan menanjak. Memaksakan kondisi demikian dapat merusak gigi persneleng. Gejala seperti ini disebabkan oleh syncromesh (sinkromes/...

Kotak Sekring dalam Kabin

Meskipun letaknya di dalam kabin, tutup kotak sekring Ford Laser eks taksi yang berada di samping pintu pengemudi ternyata tidak sepenuhnya “aman”, alias bisa saja hilang. Mungkin karena memang sudah tidak ada saat meminangnya dulu atau memang terlupa memasangnya kembali sehingga kemudian hilang. Padahal tutup kotak tersebut relatif penting. Pasalnya, di atas tutup tersebut terdapat petunjuk yang berisikan informasi besaran amper dan kegunaan fungsi sekring tersebut. Sehingga memudahkan kita saat mengganti salah satu sekring yang putus dengan besaran amper yang sesuai. Tanpa berpanjang lebar lagi, di bawah ini adalah gambar pada tutup kotak sekring yang berada dalam kabin Ford Laser eks taksi. Semoga penayangan artikel ini dapat memenuhi permintaan pembaca yang masuk ke redaksi www.fordlaserbogor.blogspot.com . Semoga bermanfaat. (FLB) 2 komentar