Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

PENGOBATAN ALTERNATIF

Ramai-ramai kasus ustad Guntur Bumi, saya jadi teringat pengalaman berobat di pengobatan alternatif. Saya  termasuk orang yang takut dengan jarum suntik. Maka, berobat ke dokter selalu menjadi pilihan terakhir dan sejauh mungkin menghindari jarum suntik. Pengalaman pertama adalah saat menderita ambeyen.  Walau belum parah, namun karena khawatir, akhirnya saya ke pengobatan alternatif.  Lokasinya di Kletek, dekat rumah. Dapat informasi karena memasang plakat. Sambil pulang kerja, masuklah saya ke tabib itu. Masuk, pertama kali ditanya keluhan. Kemudian dipijat.  Untuk pijatnya, sang tabib tidak memasok biaya. Tapi, kemudian saya disodori ramuan jamu. Paket pertama 1,2 juta. Paket 2 harga 600ribu. Dan paket 3 seharga 200ribu. Sebenarnya saat itu saya langsung tidak respek. Karena si tabib saya nilai komersial. Tapi karena kadung masuk, maka saya ambil paket termurah. Jamu 200ribu saya tebus. Saya minum dan tidak merasakan efek apa-apa.  Sejak saat itu saya memandang negatif dengan tab

SH MINTARDJA

Singgih Hadi Mintardja (SH Mintardja) adalah seorang yang fenomenal di bidang komik. Beliau penulis komik yang produktif. Banyak sekali buku-buku komiknya yang digemari oleh masyarakat. Saya mengenal nama SH Mintardja saat masih Sekolah Dasar. Sekitar tahun 85an.  Melalui sandiwara radio dengan judul PELANGI DI LANGIT SINGASARI.  Melalui sandiwara radio itulah, saya mengenal tokoh-tokoh Mahisa Agni, Ken Arok, Ken Dedes dan lain-lain. Saat itu, kalau sudah mendengarkan sandiwara radio ini, semua jenis mainan akan ditinggalkan. Bahkan karena saat itu tidak semua teman memiliki radio, maka mendengarkan sandiwara radio secara bersama-sama menjadi kegiatan yang menarik. Selain itu, juga cerita Nogososro Sabuk Inten dengan tokoh Mahesa Jenarnya. Saya dengar dari cerita yang diangkat dalam ketoprak. Seiring perkembangan jaman, sandiwara radio menjadi kalah oleh tontonan di televisi. Saat internet dan televisi merajalela, maka banyak anak-anak yang tidak lagi mengenal sandiwara radio. T